KATA PENGANTAR
Puja-puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Konsep Dasar Evaluasi Pendidikan”
Tidak
lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen yang mengampu “Sistem Evaluasi
PAI“ dan teman - teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan
makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan.
Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan
semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-
teman. Amin.
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul ........................................................................................................ i
Kata
Pengantar ....................................................................................................... ii
Daftar
Isi .............................................................................................................. iii
BAB
I : PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ………………………………………………..1
B. Rumusan
Masalah …………………………………………… 2
C. Tujuan
masalah ……………………………………………… 2
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian
Evaluasi .................................................................. 3
B. Urgensi
Evaluasi PAI ............................................................... 4
C. Tujuan
dan Fungsi Evaluasi PAI ............................................. 5
D. Prinsip
dan Ciri-Ciri Evaluasi Pendidikan ............................... 5
1. Prinsip
Evaluasi Pendidikan ................................................ 5
2. Ciri-Ciri
Evaluasi Pendidikan .............................................. 6
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................. 8
B. Saran dan Kritik ....................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang didasarkan pada
nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an dan al-Hadits
serta dalam pemikiran para ulama dan dalam praktik sejarah umat Islam.[1]
Dalam prosesnya, pendidikan Islammenjadikan tujuan sebagai sasaran ideal yang
hendak dicapai dalam program dan diproses dalam produk kependidikan Islam atau
output kependidikan Islam.[2]
Peribahasa ushuliyah menyatakan bahwa : “al-umûr bi maqâshidika”, bahwa
setiap tindakan dan aktivitas harus berorientasi pada tujuan atau rencana yang
telah ditetapkan.[3]
Untuk mengetahui ketercapaian suatu tujuan kegiatan yaitu evaluasi. Dengan
evaluasi, maka suatu kegiatan dapat diketahui atau ditentukan tarap
kemajuannya. Berhasil atau tidaknya pendidikan Islam dalam mencapai tujuannya
dapat dilihat setelah dilakukan evaluasi terhadap outputyang dihasilkannya.
Abdul Mujib dkk mengungkapkan , bahwa untuk mengetahui pencapaian tujuan
pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan oleh peserta didik diperoleh
melalui evaluasi. Dengan kata lain penilaian atau evaluasi digunakan sebagai
alat untuk menentukan suatu tujuan pendidikan dicapai atau tidak. [4]
Atau untuk melihat sejauhmana hasil belajar siswa sudah mencapai tujuannya.
Dalam pendidikan Islam evaluasi merupakan salah satu
komponen dari sistem pendidikan Islam yang harus dilakukan secara sistematis
dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan
dicapai dalam proses pendidikan Islam dan proses pembelajaran. Dalam makalah
ini akan penulis sajikan hal-hal yang menyangkut evaluasi pendidikan Islam,
dari mulai pengertian, tujuan, prinsip, fungsi dan perannya.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian evaluasi ?
2. Bagaimana urgensi evaluasi PAI ?
3. Apa tujuan dan fungsi evaluasi PAI ?
4. Apa ciri- ciri dan prinsip evaluasi
pendidikan ?
C. Tujuan
Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian evaluasi.
2. Untuk mengetahui urgensi evaluasi
PAI.
3. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi
evaluasi PAI.
4. Untuk mengetahui ciri- ciri dan
prinsip evaluasi pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Evaluasi
Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, evaluation,
yang berarti penilaian dan penaksiran.[5]
Dalam bahasa Arab, dijumpai istilah imtihân, yang berarti ujian, dan khataman
yang berarti cara menilai hasil akhir dari proses kegiatan.[6]
Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan,
memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternative-alternatif
keputusan (Mehrens dan Lehman, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka
setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja
direncanakan untuk memperoleh informasi atau data, berdasarkan data tersebut
kemudian dicoba membuat suatu keputusan. Sudah barang tentu informasi atau data
yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi
yang direncanakan.[7]
Adapun dari segi istilah, sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald
W Brown (1977), maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung
pengertian suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari
sesuatu. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwind Wandt dan
Gerald W. Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan, maka
evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai, suatu tindakan atau
kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud untuk atau suatu proses yang
berlangsung dalam rangka, menentukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia
pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang terjadi di
lapangan pendidikan, atau singkatnya : Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau
proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat di ketahui mutu atau
hasil-hasilnya.[8]
Kemudian menurut Suharsimi Arikunto,
evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya
sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan
alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.[9]
Dari beberapa pendapat, dapat ditarik kesimpulan bahwa
evaluasi yaitu suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan
informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik)
terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat
dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Dengan demikian evaluasi bukan sekedar
menilai suatu aktivitas secara spontan, melainkan merupakan kegiatan untuk
menilai sesuatu yang terencana, sistematik dan berdasarkan tujuan yang jelas. Selanjutnya,
Evaluasi dalam pendidikan Islam merupakan cara atau tehnik penilaian terhadap
tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang bersifat
komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental-psikologis dan spiritual
religius, karena manusia bukan saja sosok pribadi yang tidak hanya bersikap
religius, melainkan juga berilmu dan berketerampilan yang sanggup beramal dan
berbakti kepada Tuhan dan masyarakatnya. Evaluasi pendidikan Islam adalah suatu
kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan
Islam. Program evaluasi ini diterapkan dalam rangka mengetahui tingkat
keberhasilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran, menemukan
kelemahan-kelemahan yang dilakukan, baik berkaitan dengan materi, metode,
fasilitas dan sebagainya. Jadi evaluasi pendidikan Islam yaitu kegiatan penilaian
terhadap tingkah laku peserta didik dari keseluruhan aspek mental-psikologis
dan spiritual religius dalam pendidikan Islam, dalam hal ini tentunya yang
menjadi tolak ukur adalah al-Qur’an dan al-Hadits. Dengan pelaksanaan evaluasi
ini bukan hanya pendidik juga keseluruhan aspek/unsur pendidikan Islam.
B. Urgensi
Evaluasi PAI
Evaluasi
sangat penting bagi pendidikan. Seorang guru dapat dikatakan berhasil dalam
memberikan pembelajaran apabila telah terjadi perubahan tingkah laku siswa atau
pengetahuan siswa ke arah yang lebih positif atau lebih baik. Oleh karena itu,
guru memiliki andil yang sangat besar dalam keberhasilan siswanya. Oleh sebab
itu, sangat penting bagi seorang guru mengevaluasi siswanya dengan cara yang
baik dan objektif. Sesuai dengan salah satu peran guru yang disebutkan bahwa
guru merupakan evaluator artinya, untuk mengetahui sejauh mana proses belajar
dilakukan selain itu guru dharus dapat mengoreksi apakah cara pembelajarannya
itu harus diperbaiki atau dipertahankan. Beberapa hal mengenai pentingnya
evaluasi pembelajaran sebbagai berikut:
1. Evaluasi pembelajaran sangat
diperlukan untuk mengetahui perkembangan-perkembangan yang dialami oleh seorang
peserta didik. Dengan mengevaluasi pembelajaran di akhir, maka seorang tenaga
pendidik dapat menarik banyak sekali kesimpulan penting terutama terkait dengan
perkembangan-perkembangan yang bisa dilihat dari seorang peserta didik. Selain
itu dengan mengetahui perkembangan peserta didiknya maka tenaga pendidik dapat
memetakan bagaimanakah perbandingan perkembangan antara peserta didik yang satu
dengan lainnya.
2. Evaluasi pembelajaran dapat
dijadikan sebagai tolak ukur apakah proses pembelajaran yang terjadi selama ini
telah belajar dengan maksimal apa belum. komponen-komponen yang berkaitan
seperti halnya tenaga pendidik, peserta didik maupun materi pembelajaran telah
dapat menunjang proses pembelajaran secara maksimal atau belum, sehingga jika
hal ini dilakukan maka ke depannya seorang tenaga pendidik dapat melakukan hal
yang lebih baik.
3. Perencanaan pembelajaran yang akan
datang merupakan salah satu fungsi utama diadakannya evaluasi pembelajaran. Dengan
mengetahui kelemahan dan kelebihan dari proses pembelajaran yang telah
dilakukan maka seorang tenaga pendidik dapat merencanakan pembelajaran yang lebih
baik seperti metode, strategi pendidikan dan lain sebagainya.
C. Tujuan dan
Fungsi Evaluasi PAI
Menurut Abdul Mujib dkk, tujuan evaluasi adalah:
1. Mengetahui kadar pemahaman peserta
didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian, dan mengajak peserta didik
untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan, dan mengetahui tingkat
perubahan perilakunya.
2. Mengetahui siapa diantara peserta
didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi perhatian khusus
agar ia dapat mengejar kekurangannya.[10]
Sedangkan
menurut M. Arifin, Ada tiga tujuan pedagogis dari sistem evaluasi Tuhan
terhadap perbuatan manusia, yaitu:[11]
1. Untuk menguji daya kemampuan manusia
beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dialaminya.
2. Untuk mengetahui sejauhmana hasil
pendidikan wahyu yang telah diterapkan Rasulullah SAW. terhadap umatnya.
3. Untuk menentukan klasifikasi atau
tingkat-tingkat hidup keislaman atau keimanan manusia, sehingga diketahui
manusia yang paling mulia di sisi Allah SWT yaitu paling bertaqwa kepada-Nya,
manusia yang sedang dalam iman atau ketaqwaannya, manusia yang ingkar kepada
ajaran Islam.
Menurut M.
Arifin, fungsi evaluasi terbagi menjadi 3 :
1. Mengidentifikasi dan merumuskan
jarak dari sasaran-sasaran pokok dari kurikulum secara komprehensif;
2. Penetapan bagi tingkah laku apa yang
harus direalisasikan oleh siswa;
3. Menyeleksi atau membentuk
instrumen-instrumen yang valid, terpercaya dan praktis untuk menilai
sasaran-sasaran utama proses kependidikan atau ciri-ciri khusus dari
perkembangan dan pertumbuhan manusia didik.
D. Prinsip dan Ciri Evaluasi Pendidikan
1. Prinsip
Evaluasi Pendidikan
Evaluasi
hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaanya senantiasa berpeganag pada tiga
prinsip dasar berikut:
a.
Prinsip
Keseluruhan
Prinsip keseluruhan atau prinsip menyeluruh juga dikenal dengan
istilah prinsip komprehensif dimaksudkan di sini bahwa evaluasi hasil belajar
dapat dikatakan terlakssna dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan
secara bulat, utuh, dan menyeluruh.
b.
Prinsip
Kesinambungan
Prinsip kesinambungan juga dikenal dengan istilah prinsip
kontinuitas (continuity). Dengan prinsip kesinambungan dimaksudkan di sini
bahwa evaluasi hasil belajar adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan
secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Dengan evaluasi
hasil belajar yang di laksanakan secara teratur, terencana dan terjadwal itu,
maka dimungkinkan bagi evaluator untuk memperoleh informasi yang dapat
memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik, sejak
dari awal mula mengikuti program pendidikan sampai pada saat-saat mereka
mengakhiri progam pendidikan yang mereka tempuh itu.
c.
Prinsip
Objektivitas.
Prinsip objektivitas mengandung makna, bahwa evaluasi hasil belajar
dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari
faktor-faktor yang sifatnya subjektif. Sehubungan dengan itu, dalam
pelaksanaanya evaluasi hasil belajar, seorang evaluator harus senantiasa
berpikir dan bertindak wajar, menurut keadaan yang senyatanya, tidak di campuri
oleh kepentingan-kepentingan yang bersifat subjektif. Prinsip ketiga ini sangat
penting, sebab apabila dalam melakukan evaluasi unsure-unsur subjektif
menyelinap masuk kedalamnya, akan dapat menodai kemurnian pekerjaan evaluasi
itu sendiri.
2. Ciri-Ciri
Evaluasi Pendidikan
ciri-ciri
evaluasi pendidikan sebagai berikut:
a.
Ciri Pertama bahwa evaluasi
yang dilaksanakan dalam rangka mengukur keberhasilan belajar peserta didik itu,
pengukuranya dilakukan secara tidak langsung. Seorang pendidik (dalam hal ini
guru, dosen dan lain-lain) yang ingin menentukan manakah di antara para peserta
didik (murid, siswa atau mahasiswa) yang tergolong “lebih pandai” ketimbang
peserta didik lainya, maka yang di ukur bukanlah “pandainya”, melainkan gejala
atau fenomena yang tampak atau memancar dari kepandaian yang dimiliki oleh para
peserta didik yang bersangkutan. Dengan kata lain, yang dicari dan di ukur
adalah indikator atau hal-hal yang merupakan pertanda “bahwa seseorang dapat
disebut sebagai orang yang pandai.
b.
Ciri
kedua, bahwa pengukuran dalam rangka menilai keberhasilan belajar peserta
didik pada umumnya menggunakan ukuran-ukuran yang bersifat kuantitatif atau
lebih sering menggunakan symbol-simbol angka. Hasil-hasil pengukuran yang
berupa angka-angka itu selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode
statistic untuk pada akhirnya diberikan interprestasi secara kualitatif.
Sebagai contoh dalam pemberian nilai rapor atau surat tanda tamat belajar (
STTB ) bagi peserta didik pada sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama
dan sekolah menengah umum, digunakan nilai standar berskala sepuluh, yaitu
rentangan nilai mulai dari 1 sampai dengan 10, di perguruan tinggi dipergunakan
nilai standar berskala 100 yang selanjutnya diubah atau di konversi ke dalam
nilai-nilai huruf A,B,C,D dan E.
c.
Ciri ketiga, bahwa pada
kegiatan evaluasi hasil belajar pada umumnya digunakan unit-unit atau
satuan-satuan yang tetap. Penggunaan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap
itu di dasarkan pada teori yang menyatakan bahwa setiap populasi peserta didik
yang sifatnya heterogen ( misalnya, berbeda jenis kelaminya, berbeda sekolah
asalnya, berbeda status sosial ekonomis orang tuanya, berbeda latar belakang
pendidikan orang tuanya, dsb ).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas tentang evaluasi pendidikan Islam dapat
ditarik kesimpulan:
Evaluasi adalah suatu proses dan tindakan yang terencana
untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan
(peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun
penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan.
Evaluasi pendidikan Islamadalah suatu proses dan kegiatan
penilaian yang terencana terhadap peserta didik dari keseluruhan aspek
mental-psikologis dan spiritual religius dalam pendidikan Islamuntuk mengetahui
taraf kemajuan dalampendidikan Islam.
Tujuan Evaluasi yaitu : a) mengetahui kadar pemahaman
peserta didik; b) mengetahui siapa diantara peserta didik yang cerdas dan yang
lemah; c) mengumpulkan informasi; d) untuk mengetahui penguasaan peserta didik
dalam kompetensi/subkompetensi tertentu; e) untuk mengetahui kesulitan belajar
peserta didik (diagnostic test) dan untuk memberikan arah dan lingkup
pengembangan evaluasi selanjutnya.
Evaluasi dalam pendidikan Islam, secara umumsangat berguna
bagi pendidik, peserta didik, ahli fikir pendidikan Islam,politik pengambil
kebijakan pendidikan Islam, untuk membantu mereka dalam membenahi sistem
pengawasan dan mempertimbangkan kebijakan yang akan diterapkan dalam sistem
pendidikan nasional (Islam).
B.
Kritik dan saran
Alhamdulillah puji syukur kami hanturkan kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan kesehatan kepada kami sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini, saya menyadari makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan hal ini
disebabkan karena keterbatasan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki,
oleh karena itu saya mengharap kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
seluruh pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Dan akhirnya penulis berdo’a
semoga makalah ini bermanfaat bagi saya dan pembaca umumnya, amin.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, M.
2009. Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan
Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto,
Suharsimi . 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Echols, John M.
dan Hassan Shadily. 2006. Kamus Inggris-Indonesia Cet. 28. Jakarta: PT
Gramedia
Langgulung,
Hasan. 1989. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan cet.
V. Jakarta: Pustaka Al-Husna
Mujib, Abdul
dan Jusuf Mudzakkir. 2008. Ilmu Pendidikan Islam cet. ke 2. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group
Nata, Abudin.
2005. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama
Nata, Abudin.
2008. Manajemen Pendidikan, Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di
Indonesia cet ke.3. Jakarta: Prenada Media Group
Purwanto, Moh. Ngalim. 2009. Prinsip-prinsip dan Teknik
Evaluasi Pengajaran Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sudijono, Anas. 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT.Raja
Grafindo Persada
[1]Abudin Nata, Manajemen Pendidikan, Mengatasi
Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Prenada Media Group,
2008), cet ke.3, 173
[2]M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan
Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Bumi
Aksara, 2009), 162
[3] Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu
Pendidikan Islam,(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), cet. ke 2,
72
[4] Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan
Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1989),
Cet. V. 105
[5] John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus
Inggris-Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia, 2006), cet. 28,hlm. 220.
[6] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam,
(Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), cet ke-1, hlm. 183.
[7]Moh.Ngalim
Purwanto, Prinsip-prisnsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung:
PT.Remaja Rosdakarya,2009), hlm.3.
[8]Anas Sudijono, Evaluasi
Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm. 1.
[9] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi
Pendidikan, hlm 3
[10] Mujib & Mudzakir, Op. Cit., hlm. 211
[11] Arifin, Op.Cit.,hlm. 163-164.